Cara Setting SSH Server

SSH, kenapa saya membahas SSH? Karena SSH lebih superior dibandingkan TELNET yang sudah banyak dikenal dan digunakan oran saat. SSH adalah kepanjangan dari Secure Shell Hosting dan kini SSH ini mulai banyak digandrungi oleh banyak orang yang menggunakan remote pada server.


Bagaimana proses dan penjelasan tentang SSH ini? silahkan dibaca dan nantinya silahkan dikomentari ^_^

Telnet mengirimkan semua teks yang dikirim, termasuk password, dalam bentuk plain text sehingga memudahkan orang membacanya. SSH, sebaliknya, mengenkripsi semua komunikasi dan karenanya lebih aman. Andaipun dapat dibobol, waktu, kemampuan, dan tenaga yang dibutuhkan harus super ekstra  .

Jika belum terinstal, OpenSSH server dapat diinstal melalui Synaptic dengan menambahkan package openssh-server. Bila kamu mendisable servis ini, kamu dapat mengaktifkannya kembali dengan meng-klik System, Administration, Services dan pilih Remote Shell Server, bila kamu menggunakan Ubuntu. sshd sendiri adalah singkatan dari SSH server daemon.

Ada dua versi SSH, yakni SSH1 dan SSH2. Versi terbaru (SSH2) lebih aman dan dibekali lebih banyak fitur plus merupakan servis default di Ubuntu. Suppot untuk SSH1 client sebaiknya dibiarkan disable agar client lama tetap dapat melakukan koneksi. Setting ini dapat ditemukan pada file /etc/ssh/sshd_config pada baris yang bertuliskan :

#Protocol 2,1

karena alasan keamanan setting baris diatas sebaiknya menjadi :

Protocol 2

Untuk itu kamu harus membuang tanda # dan perintah ini memberitahu sshd bahwa kita hanya membolehkan koneksi SSH2. Simpan fie ini dan keluarlah dari editor. Langkah berikutnya adalah memberitahu sshd untuk membaca ulang file konfigurasinya dengan menjalankan perintah :

kill HUP ‘cat /var/run/sshd.pid’

Bila perintah di atas menampilkan pesan : cat: var/run/sshd.pid: No such file or directory, ini berarti sshd tidak lagi berjalan. Selanjutnya kita menjalankannya kembali, ia membaca file konfigurasi dan hanya menggunakan SSH2 saja. Kamu dapat mengetes perubahan ini dengan melakukan koneksi ke SSH server pada mode SSH1 dari komputeer yang sama dengan mengetikkan perintah :

ssh -1 localhost

Parameter -1 memaksa mode SSH1. Bila berhasil memaksa protocol SSH2, kita akan mendapat pesan “Protocol major versions differ: 1 vs 2“.


Artikel lain yang dapat anda baca

3 comment:

nanda's blog said...

tutornya mana nie

Anonymous said...

Mas hati2 nulis ... SSH singkatannya salah. Daripada menyesatkan cepat diganti.

Blogger said...

BlueHost is definitely the best hosting provider for any hosting services you require.

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

 
Powered by Blogger